Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Bispak SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Sex Bispak SMA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

Cerita Sex Sensasi Sex Di Hutan Pinus



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/

Butuh Sex Kategori : Cerita Dewasa Sex Gadis Berjilbab Terbaru “ Cerita Cerita Sex Sensasi Sex Di Hutan Pinus”, Cerita Sex Mahsiswa Terbaru, Cerita Dewasa ABG Terbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Skandal 2016, Foto Cewek SMA Bugil 2016, Foto Gadis ABG Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru,


kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang remaja bernama Risky. Ketika dia sedang iseng menyusri hutan pinus, dia menemukan gadis yang sedang melamun. Dengan rayuan manisnya Risky-pun bisa menyetubuhi gadis SMA itu di tengah Hutan Pinus. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Sex Sensasi Sex Di Hutan Pinus
Cerita Sex Sensasi Sex Di Hutan Pinus


Hari senin pagi bulan oktober 2016, saat itu sekitar pukul 08.00, aku merasa suntuk. Untuk menghilangkan rasa suntuk itu aku mempunyai ide untuk pergi ke sebuah wisata hutan cagar alam kecil di di dekat kotaku. Sesampainya disana, aku-pun segera memarki motorku di parkiran yang disediakan oleh pengelola cagar alam itu. Setelah memarkir aku mulai masuk kehutan. Saat itu karena bukan hari libur suasana wisata alam itu-pun sepi.


Disana udara terasa sejuk menemani penelusuranku di hutan pinus itu. banyaknya pohon pinus di hutan cagar alam itu, sungguh menghilangkan rasa suntuku. Ditengah perjalananku ketika aku sedang menikmati kesunyian dan kesejukan hutan itu, tiba-tiba aku melihat sesosok gadis manis berjilbab yang sedang duduk sendiri disebuah bangku kayu pada sebuah rumah kayu yang memang disediakan untuk beristirahat oleh pengelola wisata alam itu.


Saat itu aku melihat dari dari kejauhan, gadis itu mengenakna seragam putih abu-abu. Jelas itu adalah anak SMA yang sedang membolos sekolah. Pada suasana sepi itu, otak-kupun mulai berfikiran kotor, dan sesaat Penisku-pun ereksi, hha. Coba kalian bayangkan deh para pembaca, di hutan yang sesepi itu hanya ada aku dan gadis SMA berjilab yang manis itu, ira-kira pa yang akan terjadi, hha.


Dalam pandanganku dari kejauhan aku-pun berfantasi jika saja aku bisa menikmati Vagina gadis cantik berjilbab itu ditengah hutan yang sunyi dan sejuk ini, pasti sensasi-nya mantap sekali para pembaca. Sesaat setelah aku berfantasi, aku-pun mulai mencoba menghampiri dan menyapa gadis SMA berjilab yang sedang duduk termenun seorang diri,


“ Assalamu’alaikum cantik… ”, ucapku menyapanya dengan nada bicara sedikit keras agar dia kaget.
.
Saat itu gadis itu-pun sedikit kaget dengan sapa’anku dan dia dengan cepat menoleh kearahku. Terlihat sekali wajahnya cantiknya yang putih, berhidung mancung, mempunai bibir tipis yang berwarna kemerahmudaan dan ber kacamata minus yang menghiasi wajah cantik-nya itu,


“ Wa’alaikumsalam… Ihhh… Mas ngagetin aja… ”, jawabnya dengansenyum manis-nya.


Terdengar suaranya yang lembut, hal itu menambah gejolak birahiku. Sesaaat otakku berfantasi membayangkan suara desahanya bila saja aku bisa membenamkan Penisku pada kewanitaanya,


“ Hemmm… lagi ngapain ? ”, tanyaku.


Saat itu dengan mencuri-curi pandang aku menatap tubuhnya, terlihat sekal untuk seorang siswi SMA. Pantatnya bulat, tubuhnya padat berisi namun langsing, dengan tinggi semampai. Buah payudara-nya terlihat sedikit mononjol dibalik seragam putih osis lengan panjang dan jilbab putih yang terulur menutupi payudara-nya,


“ Lagi ngelamun. ”, Jawabnya sambil tersenyum manis.


“ Ngelamunin apa ? ”, tanyaku lagi, memancing pembicaraan.


Sambil semakin mendekat hingga disampingnya. Siswi berjilbab itu memandangku seksama seakan menilai, lalu menjelurkan lidahnya padaku, menggoda. Aku tersenyum,


“ Kenalin, Risky ”, Ucapku sambil mengulurkan tanganku.


Lalu siswi berjilbab itu tersenyum dan menyambutnya,


“ Fitri ”, ucap-nya.


Tangannya yang bersentuhan dengan tanganku terasa sangat halus. “ lagi ngapain disini sendirian ? Bolos yaa… ”, ucapku mengganggunya,


Fitri -pun berjilbab itu segera berdiri didepanku,


“ Iya nih… lagi BT di sekolah… ”, ucap-nya sambil menggerutu.


“ Memang kenapa ? Habis putus cinta yah ? ”, tanyaku nakal.


“ Sok tau deh kamu, nggaklah sekarangkan jadwalnya olah raga… guru olah raganya rese… sukanya grepe-grepe… ”, jawab Fitri .


Tangannya sudah dilipat didepan dada, semakin membuat tonjolan buah payudara-nya terlihat. Hatiku semakin tidak karuan,
“ Tapi diam-diam suka kan, hahaha… ”, ucapku menggoda.


“ idiiiih…jijik, tau… ”, jawabnya sambil sok bergidik.


“ eehhh… digrepe-grepe bisa enak lhoo… ”, ucapku terus memancing.


Fitri -pun itu hanya tersenyum simpul sambil kembali menjulurkan lidahnya genit,


“ Oh iya Fit, mau gak, masuk lebih dalem ke hutan ? Ada tempat yang buagus banget deh… ”, ucapku.


Padahal aku berbohong,


“ yang bener ? Ahh, gak mau ah…ntar Fitri mau diapa-apain, lagi… ”, jawabnya, sambil masih tersenyum genit.


“ ga papa deh… ayo ikut… diapa-apain kan ga papa kalo enak. ”, Ucapku seolah bercanda.
Padahal otakku sudah memikirkan banyak jurus untuk mendapatkan tubuh gadis cantik berjilbab itu.


“ iya deh. ”, Jawab Fitri akhirnya, membuat hatiku seolah meloncat saking
senangnya.


“ tapi janji gak diapa-apain yah. ”, Jawabnya lagi.


“ gak kok, ntar tak kasih yang enak- enak″ jawabku lagi.


Akhirnya kami pun berjalan menyusuri jalan setapak sambil bercakap-cakap dan menikmati keindahan hutan. Beberapa lama, setelah kami berada semakin masuk kedalam hutan, kami menemukan lagi sebuah tempat beristirahat. Sebuah batu besar panjang 2 meter, dengan atap dari daun pinus sekedar menahan jika ada hujan. Fitri berlari kecil menuju tempat itu dan duduk dubatu itu,


“ istirahat dulu, capek… ”, kata gadis manis berjilbab itu.


“ oke. ”, Ucapku sambil duduk disampingnya.


“ jadi gak nih, mau yang enak-enak ? ”, ucapku kembali memancing.


“ gak mau ah… emangnya Fitri apaan… ”, ucap-nya sambil pura-pura marah.


Aku semakin medekatkan dudukku pada gadis berjilbab bertubuh sekal itu.


“ yah, kan Fitri cantik… mas jadi gak tahan… ”, bisikku ketelinganya yang masih tertutup jilbab.
Pelan kuraih tangan kanannya yang halus, lalu kuremas dan kubelai. Gadis cantik berjilbab itu menatapku, namun diam saja. Terlihat wajahnya merah karena malu. Segera siswi berjilbab itu menarik tangannya dan memalingkan tubuhnya agak membelakangiku, karena tatapan sayunya bertemu dengan tatapanku. Pelan-pelan kupeluk Fitri dari belakang pelan- pelan.


Gadis cantik berjilbab bertubuh sekal itu sedikit berontak,


“ jangan mas… Fitri gak mau… ”, bisiknya sambil sedikit berontak,


“ Nggak papa Fitri , ntar mas kasih enak… ”, bisikku ke telinganya yang tertutup jilbab.


Kudaratkan ciumanku di pipi kanannya. Fitri masih tegang, mungkin karena tidak pernah dipegang cowok. Apalagi Penisku yang sudah ereksi dibalik celana jeansku dari tadi, menempel di pantatnya karena aku sudah duduk menkangkang. Kugenggam tangan kirinya dengan tangan kananku, tangan kiriku memeluknya, sementara bibirmu mulai menciumi pipi dan telinganya,


“ Oughhh… Sssss… Aghhhh… ”, desah lirihnya.


Aku palingkan wajahnya sehingga aku mudah mencium bibirnya yang mungil, pelan saja dan siswi berjilbab itu mulai menanggapinya. Kupermainkan lidahku dengan lidahnya, sementara kuputar pelan-pelan tubuhnya sampai menghadapku (masih dalam keadaan duduk). Dengan cukup cepat kupeluk mesra dia agar tidak semakin berontak, kedua tanganku mengelus-elus punggungnya dan terkadang kuremas lembut kedua pantatnya.


Pantatnya begitu menggairahkan. padat berisi sampai-sampai ingin rasanya meremas dan menciuminya. Penisku sudah semakin tegang. Pelan- pelan sambil terus kucumbui gadis SMA berilbab yang sudah pasrah itu, kubuka ritsleting celanaku dan kukeluarkan Penis besarku. Gadis itu seolah tertegun bingung karena tidak tau apa yang harus ia lakukan. Langsung kubimbing tangannya untuk mengelus- elus dan mengurut seluruh bagian Penis.


Terasa nikmat Penisku dibelai dan diurut oleh tangan halus siswi lugu berjilbab itu. Kusandarkan Fitri pelan-pelan didinding kayu gubuk istirahat itu, bibirku semakin bergerilya di seluruh permukaan wajahnya yang cantik,


“ Oughhh… Ssshhh… ”, desahnya semakin membuatku bernafsu.


Dengan bibirku yang tetap aktif, tangan kananku mulai menelusuri badannya, kuelus-elus pundaknya, lalu turun ke dada kanannya, menyusup kebalik jilbabnya, meremas buah dada sekalnya. Kuraba pelan, lalu mulai remasan-remasan kecil, siswi berjilbab itu mulai menggeliat. Buah payudara-nya terasa kenyal dan kencang, semakin kuperlama remasanku, dengan sekali- kali kuraba perutnya.


Tanganku mulai membuka satu- persatu kancing seragam SMA lengan panjangnya, dan menyusup masuk didalam bajunya, mengelus perutnya dan Fitri kegelian. Tanganku yang masih di dalam bajunya, mulai naik kepayudara-nya dan meremas kedua gunung kembarnya, jariku keselipkan pada BH-nya agar menjangkau putingnya untuk kupermainkan,


“ Ssssss… Aghhh… Oughhh… ”, Desah Fitri semakin menjadi.


Karena branya sedikit kencang dan mengganggu aktivitas remasanku, maka tanganku segera melepaskan semua kancing bajunya dan kemudian kait branya kubuka, sehingga longgarlah segel 2 bukit kembar itu. Bajunya kusingkap kesamping, sementara Bh-nya kusingkapkan keatas, menampakkan keindahan payudara-nya, putih mulus, kedua putingnya mencuat mengeras ingin dijilati. Sudah saatnya nih beraksi lidahku.


Kemudiana aku-pun menjilati, kusedot- sedot, kucubit, kupelintir kecil kedua putingnya. Fitri mulai meracau tidak karuan manahan nikmatnya permainan bibirku di kedua payudara-nya. Kubuka baju dan branya sehingga tubuh atasnya hanya tinggal ditutupi jilbab putih membungkus kepalanya yang sengaja tidak kulepaskan. Gairahku semakin membara melihat gadis berjilbab yang lugu terengah- engah keenakan.


Aku merangsang dengan baju yang sudah terbuka memperlihatkan buah payudara-nya yang putih ranum menggunung. Tubuhnya yang putih, dua bukit ranum dengan dua puting mencuat indah, wajahnya memerah, keringat mengalir, ditambah desahan-desahan yang menggairahkan, sungguh pemandangan yang tidak boleh disia-siakan. Kucumbui bibirnya lagi, dengan kedua tanganku yang sudah bebas bergerilya di kedua bongkahan payudara-nya.


Nafas kami menderu menyatu, mendesah. Perlawanan gadis cantik berjilbab tadi sudah tidak terasa lagi. Untunglah hutan itu sepi, sehingga desahan Fitri yang semakin keras tidak membuatku takut ketahuan. Kulepas baju seragamnya dengan sedikit paksaan, kusibakkan jilbabnya sehingga tidak menutupi payudara-nya, lalu Kucumbui dan kujilati badannya, mulai dari pundak, turun ke payudara-nya.


Sengaja kujilati bongkahan payudara-nya berlama- lama tanpa menyentuh putingnya, kupermainkan lidahku disekitar putingnya. Kutempelkan tiba-tiba lidahku ke puting kanannya dan kugetarkan cepat, tangan kiriku mencubit-cubit puting kirinya, Fitri semakin kelojotan menahan geli-geli nikmat. Enak sekali menikmati bukit kembar cewek jilbaban. Tangan kananku mulai merayap ke pahanya, yang masih tertutup rok abu- abu panjang.


Saat itu aku raba naik turun, terkadang sengaja menyentuh pangkal pahanya, Terakhir kali, tanganku merayap ke pangkal paha, menyingkapkan rok abu-abu panjangnya keatas sehingga celana dalamnya terlihat. Dengan satu jariku, kugesek-gesek Vagina-nya yang ternyata sudah basah sampai membekas keluar di celana pendeknya. Kedua kaki gadis berkulit putih berjilbab berwajah lugu itu langsung merapat menahan geli.


Tanganku mengelus pahanya dan membukanya, menjalar ke kemaluannya, lalu semua jariku mulai menggosokkan naik turun ke pada area kewanitaan-nya,


“ Sssssss…. udah mas… Oughhh… eummm… enak mas… ”, geliatnya sambil meremas pundakku erat.


Kulumat bibirnya, tanganku mulai menyusup menguak CD-nya, meraba Vagina-nya. Fitri semakin terangsang, dengan desisan pelan serta gelinjang- gelinjang birahi. Tak lama kemudian siswi berjilbab itu mendesis panjang dan melejang-lejang. Ia menggigit bibir bawahnya sambil matanya terkatup erat, lalu Vagina-nya berdenyut- denyut seperti denyutan Penis kalau melepas mani. Fitri lalu menarik nafas panjang.


Basah mengkilap semua jariku, karena mungkin Fitri tidak pernah terasang seperti ini, lalu kujilat sampai kering,


“ Mas jahat, ucap-nya Fitri gak akan diapa-apain… ”, kata siswi berjilbab bertubuh sekal itu sambil memelukku erat.


“ tapi Fitri suka kan… enak kan… ”, ucapku semakin bernafsu.


Sudah saatnya Penisku dipuaskan. Kucium bibirnya lembut, kubimbing lagi tangannya untuk meremas dan mengurut Penisku. Gantian aku yang melenguh dan mendesis, menahan nikmat. Posisiku kini berdiri didepan Fitri , kuturunkan celanaku dan kuminta Fitri untuk terus memijat Penisku,


“ harus digimanain lagi nih ? ”, tanyanya bingung sambil tetap mengelus-elus batang kejantananku.


Terlihat disekitar ujung Penisku sudah basah mengeluarkan cairan bening karena ereksi dari tadi,


“ Ya diurut-urut naik turun gitu, sambil dijilat seperti menikmati es krim ”, ucapku.


Dimaikan-nya Penisku dengan malu-malu lalu dijilati Penisku, ekspresi wajahnya seperti anak kecil. Fitri-pun dengan pelan-pelan mulai memasukkan Penisku ke mulutnya dan,


“ Oughhh… Fit, jangan kena’in gigi, sakit tauk !!! ”, ucapku.


Saat itu dia tertawa sembari tetap mengulum Penisku. Setelah aku menegurnya kemudian dia-pun mulai mengkulum lagi dan kini tersasa lebih enak, walaupun masih amatir,


“ Sssss… Oughhhh… ”, desahku menahan nikmat.


Saat itu Fitri-pun terlihat semakin cepat menggerakan maju mundur kepalanya,


“ Mas, ini-nya dijilatin juga nggak ? ”, ucap-nya lagi sembari menyentuh buah zakarku.


“ Iya dong sayang, semuanya deh, tapi jangan sampai kena gigi yah !!! ”, ucapku.


Lalu dijilatilah dan diemutnya zakarku, setiap jengkal kemaluanku tidak luput dari jilatannya, hingga kemaluanku basah kuyup,


“ Aghhhh… Oughhh… Yeahhh… ”, desahku dengan semakin menekan-nekan kepalanya.


Dimasukkannya batangku pelan-pelan ke mulutnya yang mungil sampai menyentuh tenggorokannya, Penisku dikulum-kulum, divariasikan permainan lidahnya dan aku semakin menggeliat. Terkadang d siswi berjilbab itu juga menjilati lubang kencingku, diujung kepala Penis, sehingga aku hampir melompat menahan nikmat dan geli yang mendadak. Dilanjutkannya lagi kocokan ke Penisku dengan mulutnya.


Pelan-pelan kubelai kepalanya yang masih terbungkus jilbab dan aku mengikuti permainan lidah Fitri , kugoyangkan pantatku searah. Enak sekali permainan bibir dan lidahnya, Fitri sudah mulai terbiasa dengan kejantanan cowok. Akhirnya, badanku mulai mengejang,


“Fit, aku mau keluar… Oughhh… Sssshhh… ”, dan sengaja dipercepat kocokanya pada Penisku dengan tangannya. Tidak lama setelah itu,


“ Cruttttttttttt…Cruttt… Cruttt… ”,


akhirnya Sperma-ku berhamburan keluar banyak sekali, sebagian kena wajahnya dan mengotori kacamatanya, dan sebagian lagi meluber di tangan Fitri dan Penisku. Fitri sempat terkejut melihat pemandangan menakjubkan itu,


“ iihh… jijik… apa nih mas… ? ”, ucap-nya sambil mengernyit.


“ ini namanya air mani, Fit… coba aja enak lho… bisa menghaluskan kulit kalo dilumurin ke wajahmu… ”, ucapku menerangkan.


Dengan sedikit keraguan siswi berjilbab itu pelan-pelan menjilat Sperma-ku yang meluber di Penisku,


“ Asin dan gurih, enak juga ya mas ? ”, ucap-nya sambil menelan semua spermaku sampai habis bersih dan kinclong.


Yang menyembur diwajahnya ia ratakan sehingga wajahnya mengkilap karena air pejuhku. Akus emakin terangsang melihat gadis berjilab melakuka nhal itu. Tanpa membuang waktu lagi, aku yang mempunyai stamina dan birahi yang berlipat segera kembali mendorong badannya agar bersandar di dinding kayu gubug itu. Bibirnya yang indah dengan lipgloss itu kulumat dengan penuh birahi. kurasakan siswi berjilbab itu mulai mendesah dan menggeliat menahan birahi.


Kuremas-remas payudara-nya yang sudah menunggu dari tadi untuk dinikmati lagi. Kuraba-raba lagi Vagina si Fitri , pinggangnya menggeliat menahan nikmat sekaligus geli yang demikian hebat sampai pahanya merapat lagi. Kembali kusingkapkan rok abu-abunya ke perutnya, setelah tadi sempat turun lagi, sengaja tidak kupelorotkan CD- nya, karena aku ingin melihat pemandangan indah dulu.


Wow, CD-nya pink tipis berenda dan mungil, sehingga dalam keadaan normal kelihatan jelas bulu-bulunya. Lalu aku berlutut didepan selangkangannya. Kakinya kubuka diiringi desahan tertahan gadis SMA berjilbab berwajah cantik itu. Tangan kirinya menutup mulutnya seakan berusaha menahan nafsu birahi yang tak tertahankan. Tangan kanannya ada dipundakku, namun tidak berusaha menahan ketika aku maju dan mulai menjilati kedua pahanya.


Saat itu kujilati dari bawah sampai ke pangkalnya, lalu kucium aroma lembab dan agak amis dari Vagina-nya yang membuat laki-laki manapun semakin bernafsu. Kujilat sekitar pangkal paha tanpa mengenai Vagina-nya, yang membuat Fitri semakin kelojotan. Kupelorotkan CD-nya pelan-pelan sambil menikmati aroma khas Vagina-nya, lalu kujilat CD bagian dalam yang membungkus keanitaan-ya.


Sesaat aku terpesona melihat Vagina-nya, bulunya yang tertata rapi tapi pendek-pendek, bibirnya yang gundul mengkilap terlihat jelas dan rapat, di tengah-tengahnya tersembul daging kecil. Vagina yang masih suci ini semakin membuatku bergelora, Penisku mulai berontak lagi minta dipijat Fitri . Mulutku sudah tidak sabaran untuk menikmati sajian paling lezat itu, lidahku mulai bergerilya lagi.


Pertama kujilati bulu-bulu halusnya, rintihan Fitri terdengar lagi. Terbukti titik lemah Fitri ada di Vagina-nya, begitu siswi berjilbab itu menggerakkan pantatnya, dengan antusias lidahku menari bergerak bebas di dalam Vagina-nya yang sempit (masih aman karena selaput dara berada lebih ke dalam). Begitu sampai di klitorisnya (yang sebesar kacang kedelai), langsung kukulum tanpa ampun,


“ Aghhhh… Ssshhh… Oughhh… Mas… enak Mas… Aghhhh… ”, desah Fitri.


Fitri yang masih perawan mendesah sambil menggeleng-geleng kepalanya yang masih terbungkus jilbab menahan serbuan kenikmatan yang menggila dari lidahku. Dengan gerakan halus, kuusap-usap klitorisnya dan siswi berjilbab itu makin kelojotan dan tidak begitu lama terjadi kontraksi di Vagina-nya. Aku tau Fitri akan klimaks-nya lagi, makin kupercepat permainan lidahku.


Sesaat kemudian, sambil tangan kirinya semakin menutup mulutnya semakin erat,gadis berjilbab berseragam abu- abu putih itu menjerit sambil badannya meregang. Mengalirlah dengan deras cairan cintanya itu, tentu saja yang telah kutunggu-tunggu itu. Kujilati semua cairan yang ada sampai Vagina-nya mengkilap bersih, rasanya segar, gurih dan enak sekali. Beberapa saat, kubiarkan Fitri istirahat.


Sambil tersengal-sengal mengatur napas terduduk lemah dibangku panjang digubug itu, bersandar didinding. Aku duduk disebelahnya lalu kupeluk erat dengan mesra, kukecup keningnya, dan kedua pipinya. Sambil memandangku, wajahnya tersenyum malu. Nampak wajahnya merah padam setelah mengalami klimaks-nya, serta malu karena melakukannya denganku.
Aku menduga baru kali ini siswi berjilbab itu merasakan nikmat begitu dasyat, sampai lemas sekujur tubuhnya. Setelah nafasnya mulai normal, kucumbui bibirnya dengan lembut,


“ Nikmat sekali kan Fit ? Ingin lagi ? Masih kuat kan ? ”, ucapku dengan mencium bibirnya lagi.


Gadis cantik berjilbab itu hanya diam sambil memalingkan wajahnya, namun tidak ada penolakan dari tubuhnya. Kupalingkan lagi wajah cantknya menghadapku dan kucium rada lama bibirnya dengan lembut. Pelan-pelan aku kembali memosisikan tubuhku dihadapannya. Penisku tepat berada didepan Vagina-nya. Kulepaskan celana dalam seksinya, lalu lambat- lambat kumajukan pinggulku, menggesekan Penisku ke Vagina-nya,


“ Oughhhh… Ssssssshhhh… ”, gadis manis berjilbab itu kembali mendesah bergairah, pasrah kusetubuhi ditengah hutan yang sunyi itu.


Baju seragam SMA nya sudah teronggok dilantai gubug, disamping celana dalamnya. Wajah gadis alim berjilbab itu yang pasrah membuatku nyaris tidak mampu mengendalikan birahiku. Kulumat bibirnya dengan rakus, tanganku bergerak ke bawah dan menggenggam Penisku, semakin intens menggesek-gesekkan Penisku ke Vagina ranumnya, membuat siswi berjilbab itu semakin menggelinjang karena rangsanganku.


Sembari melumat bibirnya, tangan kiriku turun mengusap payudaranya dengan gerakan melingkar di bawahnya menuju ke arah puting lalu menyentil dan memilin pentil gadis cantik berjilbab itu. Kemudian gantian punggungnya kuusap dengan usapan ringan sampai siswi berjilbab itu merasa kegelian,


“ Oughhh… Mas… Ughhhh… geli mas… Nikmat Mas… Aghhh… ”, desahnya.


Tangan kanan gadis berjilbab itu mencengkeram erat pundak kiriku sampai membuat pundakku lecet karena kukunya, sementara secara refleks tangan kirinya mulai ikut meremas-remas buah dada kirinya. Kakinya membuka lebar melingkar dipingganggku. Tatapan gadis berjilbab itu sayu, dikuasai sepenuhnya oleh nafsu birahi. nafasnya memburu. Siswi berjilbab itu memejamkan matanya.


Desahan dam rintihannya semakin keras ketika kucumbui kening, pipi dan kujilat dan kugigiti daun telinganya dari luar jilbabnya,


“ Fitri, mas akan kasih kenikmatan yang luar biasa buat kamu, tapi awalnya bakal sakit sedikit, tapi kalau udah terbiasa pasti enak nanti enak… ”,ucapku menenangkan gadis manis berjilbab lugu itu yang akan kurenggut keperawanannya.


“ Iya mas, pelan-pelan yah mas… Fitri takut… ”, desahnya, namun tanpa penolakan karena sudah pasrah.


Dengan birahi yang sudah di ubun- ubun, aku mengangkat sedikit pantat Fitri , untuk memberi posisi nyaman pada persetubuhan ini. Kupegangi kedua belah pahanya dan semakin kubuka kakinya lebar-lebar. Terlihatlah belahan Vagina-nya agak kehitaman dengan bagian dalam yang kemerahan, dihiasi rambut tipis,


“ Aghhhh… ”, Fitri melenguh panjang, badannya goyang kekanan kekiri, kuberikan rangsangan tambahan.


Kujilati pusar dan perutnya, lalu ke paha dan betisnya. Kugigit dekat pangkal pahanya sampai memberkas merah,


“ Mass… Kamu… Oughh… sudah… Fitri nggak tahan… ”, ucapnya lagi.


Saat itu kutatap wajahnya dengan tatapan menenangkan. Matanya sayu pasrah. Ia menggigit bibir bawahnya berusaha menahan birahi dan mempersiapkan diri pada rasa sakit yang kukatakan akan dirasakannya. Susah payah kumasukkan Penisku yang sudah keras dan besar ke Vagina-nya yang becek, dan,


“ Zlebbbbbbbbb… Aghhhhhh…. ”, desahku.


Aku mulai memasukan Penisku ke liang Vagina-nya pelan-pelan. Sulit sekali memasukan Penisku ke liang Vagina gadis manis berjilbab itu saking rapatnya. Fitri berteriak,


“ Aowwwwww… sakiiittt mas… Ssssshhhh… ”, ucapnya kesakitan.


Saat itu aku yang tidak peduli karena sudah terlanjur nafsu memulai melakukan gerakan maju- mundur dengan pelan-pelan. Gadis berjilbab bertubuh sekal itu membalas dengan menjambak rambutku. Aku terus melakukan genjotan terhadap Vagina-nya yang sangat nikmat itu,


“ Aowww… Aghhhh… sakit mas… ”, ucap Fitri lagi.


Saat itu aku mulai mempercepatkan gerakan maju- mundurku, dan Fitri-pun berteriak,


“ Aghhhhhhhhhh… ”,


Kemudian aku mengeluarkan Penisku dari Vagina-nya dan langsung keluarlah darah segar mengalir dari Vagina Fitri turun ke pahanya, dan membasahi bangku tempat kami bersenggama. Setelah beristirahat beberapa helaan nafas, kembali kutekan pantatku perlahan dan dengan pelan dan teknik maju mundur yang membuat Fitri semakin kelojotan, akhirnya masuklah semua Penisku ke dalam Vagina sempit legit gadis SMA berjilbab itu,


“ Aghhhh… Mas… sakit, sakit tapi enak mas… Aghhh… lagi mas… ”, gadis berjilbab berparas cantik dan lugu itu meracau dan mendesah mulai keenakan.


Vagina-nya mulai terbiasa dihujam Penisku. Fitri menaikan pantatnya dan aku menekan lagi pelan-pelan, terus berlangsung beberapa lama, kian lama kian cepat,


“ Aow… Ssss… Aghhh… Fitri mau enak lagi mas… ”, racau Fitri.


Saat itu aku semakin kencang menggenjot Vagina-nya dengan Penisku. Siswi berjilbab itu diam sejenak sambil memegang lenganku,


“ Sudah keluar lagi Fit ? ”, tanyaku.


“ Sebentar lagi Mas… Aghhh… ”, jawab Fitri.


Secara tiba-tiba kugerakkan pantatku maju mundur agak memutar dengan cepat, batangku terasa mau patah. Fitri kelojotan sambil melejang-lejang nikmat. Fitri meremas remas payudaranya dan menggigit jarinya sendiri dan matanya terpejam. Jepitan kaki di pinggangku menguat. Dinding Vagina gadis cantik berjilbab itu terasa menebal sehingga lubangnya menjadi lebih sempit. Siswi berjilbab itu memelukku dan mengulum bibirku,


Saat itu aku benamkan Penisku dalam-dalam dan kurasakan denyutan di dinding Vagina serta dasar rahimnya. Penisku terasa disiram cairan yang hangat. Kutekan tyubuhnya didinding gubug dengan tubuhku. siswi berjilbab itu masih terus mengejang dan menggelinjang menikmati klimaks-nya. Kubiarkan Penisku terendam dalam cairan Vagina-nya. siswi berjilbab itu mendesah dan merintih penuh kenikmatan.


Kami diam sejenak. Kuberikan kesempatan untuknya beristirahat dan mengatur nafasnya. Matanya masih tertutup. Sejenak kurangsang Vagina-nya dengan gerakan pada otot kemaluanku. siswi berjilbab itu mendesah dan membuka matanya. Dikalungkannya kedua tangannya pada leherku,


“ Fit, sekarang giliran mas yaa… ”, ucapku berbisik.


Saat itu fitri tidak menjawan dana hanya mengangguk saja. Masih tersisa klimaks-nya, dengan tubuh yang masih mengejang. Kugerakkan lagi pantatku maju mundur dan memutar. Perlahan-lahan dan semakin lama semakin cepat. Kurasakan Vagina-nya lebih becek dari semula, namun aku tidak mau menghentikan permainan untuk mengeringkannya. Gesekan kulit Penis dengan dinding Vagina gadis manis berjilbab itu masih terasa nikmat.


Gairah Fitri itu-pun kini mulai bangkit lagi. Iapun mengimbangi gerakanku perlahan-lahan. Setelah beberapa saat kemudian gerakannyapun juga semakin cepat. Kutarik pantatku sampai tinggal kepala Penisku saja yang menyentuh bibir Vagina-nya, dengan gerakan cepat dan bertenaga kuhempaskan lagi ke bawah. Badan siswi cantik berjilbab itu terguncang. Kurapatkan pahanya, kemudian kakiku menjepit kedua kakinya.


Aku menurunkan tempo permainan sambil beristirahat sejenak. Sesaat kemudian kukembalikan pada tempo semula. Aku hanya menarik turunkan Penisku sampai setengahnya saja. Jepitan Vagina siswi cantik berjilbab itu lebih terasa. Kurasakan aliran darah di Penisku semakin cepat,


“ Fit, Aku mau keluar… Aghhh… ”, ucapku.


“ jangan keluarin dulu Mas, kita barengan ya Mas keluarinya… Aghhhh… ”, pintanya.


Kukangkangkan kaki siswi cantik berjilbab itu kembali. Kedua betisnya kujepit di ketiakku. Dalam posisi demikian maka Vagina-nya terbuka lebar sekali,


“ Mas… Oughhh…”, ucap Fitri dengan tubuhnya mengejang.


“ Fit, aku juga mau keluar… Oughhh… ”, ucapku.
Saat itu kurasakan cairan Vagina Fitri bertambah banyak, sementara itu ujung Penisku berdenyut denyut. Tubuhnya bergerak seperti kuda Sumbawa yang melonjak-lonjak liar,


“ Fitri … Oughhh… aku mau keluar Fit… Aghhhh… ”, ucapku menjelang klimaks.


Tidak lama kemudian kurasakn denyutan kencang di batang kejantananku dan,


“ Cruuutttt… Cruttt… Cruttt… ”,


Pada akirnya aku-pun menyemburkan spermaku di dalam liang senggama-nya, saking banyaknya spermaku, sampai-samapai spermaku tertumpah keluar dari liang senggama-nya. Pada akhirnya Fitri-pun mendapatkan klimaks-nya setelah berusaha sesaat sebelum Penisku berhenti menyeburkan sperma-nya. Saat itu aku benamkan dalam-dalam Penisku, denyu demi denyutan pada otot-otot alat kelamin kami saling memberikan kenikmatan yang luar biasa.


Setelah puas menikmati sisa-sisa klimaks kami, kami berpelukan dengan badan bersimbah keringat. Jilbab Fitri basah karena keringat kami berdua. Sungguh nikmat bercinta dengan gadis yang masih Virgin. Singkat cerita setelah beristirahat beberapa saat, kami-pun segera membenahi pakaian kami, kemudian kami-pun segera keluar dari hutan. Sebelum kami berpisah kukecup mesra kening dan bibir-nya dan tidak lupa aku meminta dia agar minum pil anti hamil yang selalu aku bawa didompetku.


Pada saat itu aku juga memberinya 5 lembar seratus ribuan untuknya, kemudian kuantarkan dia kembali kerumahnya. Sesampainya dirumahnya sebelum aku pergi aku-pun meminta nomer Handphone-nya agar kami bisa berkomunikasi dan bisa merasakan kenikmatan persetubuhan lagi. Sejak saat itu kamipun sering bertemj dan bersetubuh hingga saat ini. Selesai.


Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.


Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto bugil, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.



Agen Vimax Canada


Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/

Butuh Sex Kategori : Cerita Sex Anak SMA “Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai” Cerita Sex ABG Terbaru, Cerita Sex PerawanTerbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Janda Terbaru, Foto Cewek Telanjang 2016, Foto ABG Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Siswa SMA yang bernama Ardho. Ardho yang ketika itu sedang beristiraat disebuah rumah makan di yang letaknya didekat sungai, tiba-tiba mendengar suara wanita di sungai itu. Karena penasaran dia-pun menghampiri dan terjadilah hubungan sex di sungai itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu SungaiCerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai


Hey para pembaca cerita sex, perkenalkan namaku Andro, disini saya akan menceritakan pengalaman sex pribadi saya yang bisa dibilang menyenangkan dan aneh. Cerita ini berawal dari liburan semester pada kenaikan kelas, seperti tahun-tahun sebelumnya jika setiap ujian semester atau ujian kenaikan kelas sekolahanku selalu mengadakan wisata.
Dalam liburan itu, kami pada siswa-siswi dapat menentukan liburan kami sesuai kesepakatan kelas kami masing-masing. Pada saat itu kebetulan siswa-siswi seelasku mendapat jatah tempat wisata yang tempatnya cukup jauh, yaitu di perkebunan teh di Kaki Gunung Kerinci. Sebelum kami mengdakan liburan itu, 1 bulan sebelumnya aku dan 4 orang perwakilan dari kelasku melakukan survey untuk menugurusi tentang peginapan dan lokasi wisata alam itu.


Saat itu pada saat akhir pekan, tepatnya hari sabtu kami ber 5-pun, meminta izin kepada kepala sekolah untuk tidak masuk sekolah perihal untuk survey lokasi. Kami berlima adalahh para pengurus kelas, Andi sebagai ketua kelas, Risma sebagai wakil ketua, Farah sebagai bendahara, Alhi sebagai seksi acara dan aku sendiri sebagai seksi perlengkapan. Saat itu kami semua kesana menggunakan mobil jeep milik Farah bendahara kelas kami.


Kami mennggunakn mobil jeep karena memang disana rute jalanya masih kurang bagus. Menurut kami paling cocok memang harus memakai mobil jeep, karena memang disana hanya ada gunung hutan saja. Setelah beberapa waktu perjalanan di tengah perjalanan kami-pun merasa lapar, dan kami berfikiri untuk mampir di rumah makan untuk makan dan istirahat sejenak.


Saat itu terasa lumayan lelah karena kami telah melakukan perjalanan selama berjam-jam. Ditambah lagi kami berada di mobil jeep jenis katana yang kabin mobilnya terasa sempit ketika kami tumpangi berlima, dan juga itung-itung kami juga memberi istirahat pada mobil Farah. Kini kami-pun sudah masuk di rumah makan, Andi, Aldhi dan aku memilih untuk rebahan di sebuah dipan kayu untuk meluruskan kaki.


Sedangkan Risma dan Farah langsung bergegas kemeja makan. Ketika aku sedang rebahan, aku-pun mendengar suara air mengalir di dekat rumah makan itu. Kata pemilik rumah makan memang di bawah rumah makan itu ada sungai yang katanya airnya jernih sekali. Mendengar ucapan pemilik rumah makan itu, aku-pun penasaran dan segera menelusuri jalan setapak hingga sapailah aku di tepi sungai itu.


Sesampainya disungai, ternyata benar air disungai itu sangat jernih dan terlihat segar sekali. Kebetulan sekali di siang itu cuaca terasa panas dan mempunyai inisiatif untuk mandi di sungai itu agar terasa segar dan rasa capeku bisa hilang. Kemudian aku-pun bergegas menyusuri tepi sungai dan mencari yang agak jauh yang terlindung dari pandangan orang lain untuk mandi di sungai.


Setelah menekukan tempat yang aman aku-pun segera melepas pakaianku dan aku mulai mandi di sungai itu. Benar-benar segar rasanya para pembaca. Aku-pun mulai menyelam dan berenang di tepi sungai itu. Saat melihat ke tepi, aku tak melihat pakaianku ditepi sungai. Ternyata aku terbawa arus sungai dan makin menjauh. Sesaat itu tiba-tiba aku mendenagr ada suara orang yang sedang mandi disungai itu.


Ketika aku meleihat ternyata ada orang lain yang mandi selain aku. Karena penasara aku-pun menghampirinya. Setelah aku sampai tidak kusangka ada 2 wanita yang sedang mandi. Saat aku mendekat mereka kaget lalu segera menepi untuk mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya. Saat itu aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku adalah pengunjung rumah makan dan sedang mandi lalu terbawa arus sungai.


Ternyata mereka adalah ibu dan anaknya penduduk lokal. Mereka menganjurkan aku untuk kembali lewat tepi sungai daripada berenang lalu terbawa arus lagi. Karena mereka tidak punya kain lagi, mau tidak mau aku naik ke tepi dalam keadaan telanjang. Tepi sungai tidak bisa dilalui, harus agak naik ke darat berliku-liku. Ibunya Anik mau mengantarkan aku dan minta anaknya menunggu.


Aku berjalan dibelakang ibu sambil menutupi kontol-ku, takut kena duri pohon. Tidak ada jalan setapak, dan jalannya naik turun. Disalah satu jalan turun aku terpeleset dan menimpa ibu yang ada didepanku. Kami bertindihan, kain ibu tersingkap dan kontol-ku menempel disekitar Memek-nya. Aku dan Ibunya Anik lalu berdiri. Tiba-tiba Ibunya Anik mencopot kainnya sehingga telanjang. Aku tidak mengerti maksudnya,


“ Menurut adat, kalau perempuan dan laki sudah saling melihat kontol dan memek, maka mereka harus kawin ”, ucapnya.


“ Aku sudah lihat kontol kamu dan kamu sudah lihat memekku, Jadi aku dan kamu sekarang harus kawin ”, ucapnya.


Kemudian dia menggelar kain dan merebahkan diri di atasnya. Lalu tangannya melambai memanggilku untuk mengawini dia. Aku tidak mengerti, tapi aku juga tidak kenal daerah ini. Disekelilingku hanya terlihat pohon-pohon besar. Kalau jalan sendiri, pasti aku tersesat. Memang terdengar suara air sungai, tapi suaranya dari segala penjuru. Aku benar-benar tak tahu arah. Jadi kuikuti maunya.


Untuk bisa kawin aku harus terangsang. Maka kuperhatikan tubuh telanjangnya. Kulitnya gelap agak kotor. Susunya sudah agakmenggantung, mungkin karena usianya yang dugaanku hampir 40 tahun. Bulu jembutnya lebat keriting, bibir Memek-nya tipis berwarna hitam. Tapi bagian dalam Memek-nya berwarna merah menyala. Clitorisnya besar dan terlihat keluar dari bibir Memek.


Melihat itu semua aku mulai terangsang dan kontol-ku ngaceng. Dia senang melihat aku mulai ngaceng dan memanggil lagi. Aku menghampiri dan hendak mencium bibirnya. Dia melarang, jangan cium bibir ucapnya. Akhirnya aku mencium susunya. Putingnya besar juga hampir sama dengan warna kulitnya. Lalu aku ke bawah untuk mencium Memek-nya.
Tetapi dilarang juga olehnya, padahal aku ingin mencium Clitoris yang besar itu.


Akhirnya hanya tanganku yang memegang dan membelai-belai Clitorisnya yang besar. Sekarang kontol-ku sudah ngaceng penuh, tanpa membuang-buang waktu segera aku arahkan ke Memek-nya, dan,


“ Zlebbbbbbb… ”, kontol-ku masuk perlahan.


Kutahan kontol-ku didalam, tapi dia menyuruhku untuk menggoyangkan dengan cepat. Aku ikuti perintahnya dan kugenjot dengan cepat. Aku merasakan nikmat tiada tara. Kurasakan Memek-nya menjepit kuat kontol-ku. Terus kugenjot dan dia mengerang keras,


“ Aow… Sssshhh… Aghhhhhhhhh… ”, desahnya.


Aku masih menggenjot, tapi dia menahan dan segera mengeluarkan kontol-ku dari Memek-nya. Lalu berdiri, memakai kain lagi menutupi Payudara dan Memek-nya, dan akhirnya mengajakku jalan lagi,


“ Ayo Pik, jalan ”, ucapnya.


“ Aku bukan Pik ”, ucapku.


“ Itu panggilan untuk putriku, Anik. Dia melihat kita dari balik semak ”, ucapnya.


Dan betul, Anik keluar dari persembunyiannya dan ikut berjalan. Karena kontol-ku masih ngaceng aku tidak bisa menutupi. Dan Anik melihat terus ke kontol-ku. Ibunya melihat perilaku Anik. Ternyata tidak sampai seratus langkah sudah sampai ditepi sungai. Dan kulihat pakaianku tidak jauh dari situ. Karena badanku gatal tergesek-gesek daun dan batang pohon, aku segera menceburkan diri di pinggir sungai, tidak berani ketengah lagi takut terbawa arus.


Anik masih terus berusaha melihat kontol-ku dan ibunya melihat tingkah Anik. Ibunya Upi menghampiriku dan bertanya,


“ Kamu sudah pernah lihat memek Anik? ”, Ucapnya Ibu Anik.


Pertanyaan ini tentu dikaitkan lagi dengan adat. Kalau pernah melihat berarti aku harus kawin dengan Anik. Aku melihat Anik, dia tersenyum. Cantik juga walau kulitnya hitam. Kuperkirakan umurnya 15 tahun. Walau tertutup kain, tapi posturnya langsing dan exotis. Kulihat kontol-ku masih agak tegang. Munculah niatku untuk memenuhi kebutuhan biologis si kontol,


“ Tadi memek Anik terlihat waktu dia naik ke tepi mau pakai kain. Bulu jembutnya masih sedikit ”, aku menebak untung-untungan.


Ibunya Anik tersenyum lalu memanggil Anik. Ibunya Anik membisiki Anik, lalu Anik mencopot kainnya hingga telanjang. Betul dugaanku, susunya padat mendongak , Memek-nya terlihat tebal dengan bulu jembut yang masih halaus. Anik menghampiriku di dalam sungai. Dia memelukku sebentar lalu meraih kontol-ku dan di elus-elus. Aku membalas dengan meraba-raba dan meremas-remas susunya. Tanganku juga mencoba menyentuh Memek-nya yang ada di dalam air sungai.


Merasakan tebalnya bibir Memek. Terasa juga Clitoris yang besar, sama seperti ibunya. Dia merangkulkan tangannya ke leherku. Kucium bibirnya dan dia tidak melarang. Kulihat ibunya juga tidak melarang. Aneh. Lalu aku menyelipkan kontol keselangkangannya dan menggesek-gesekkan ke Memek-nya. Melihat ini, ibunya memanggil-manggil Anik, dia menunjukk ke batu besar di sungai.


Anik mengikuti perintah ibunya menuju batu besar sambil menggandengku lalu terlentang di batu besar itu. Wow… benar-benar pemandangan alam yang indah. Kulihat jelas , dibalik pahanya yang merapat, ada Memek dengan bibir tebal yang mulai merekah karena terangsang. Aku membuka kakinya yang rapat sehingga Memek indah itu jadi terlihat dengan jelas. Clitoris yang besar itu menyembul keluar tengah bibir kewanitaanya.


Kuhampiri Memek itu, kucium. Aku melihat ke ibunya, dia diam tidak melarang. Maka kulanjutkan dengan menjilati bibir Memek, liang senaggama, lalu Clitorisnya yang besar itu,


“ Oughhh… Sssss… Aghhh… ”, desah Anik diiringi dengan tubuhnya yang mengejang.


Saat itu senang juga mendengar suara teriakannya, maka kuteruskan menjilati Clitoris itu,


“ Oughhh… Eummm… Aghhhh… ”, desah nikmatnya lagi.


Saat itu aku melihat ibunya memegang Memek-nya sendiri, Lalu Ibunya Anik menyuruh aku segera mengawini anaknya. Aku berdiri dan mengarahkan kontol-ku ke Memek Anik yang yang sudah dengan posisi rebahan, dengan perlahan kontol-kupun kutanamkan didalam Memek Anik,


“ Ssshhh… Zlebbbb… ”, Anik berteriak saat kepala kontol-ku mulai masuk kedalam Memek-nya.


Kutekan lagi, Anik berteriak lebih kencang. Kutekan lagi dan teriakannya semakin kencang. Kutekan lagi sampai kurasakan ujung kontol-ku membentur dinding dalam Memek-nya. Anik berteriak. Dia mengigit bibir dan terlihat matanya berlinang. Ibunya Anik membuka kain penutup tubuhnya lalu turun kesungai dan menghampiri. Dia memperhatikan kontol-ku yang sudah berada didalam Memek putrinya.


Dia tersenyum lalu mencium kening putrinya. Aku juga melihat kearah kontol-ku yang masuk didalam Memek Anik. Terlihat ada darah mengalir keluar dari Memek-nya. Darah perawan. Sudah kuduga bahwa Anik masih perawan sehingga tadi aku hati-hati memasukkan kontol-ku. Ibunya menyuruhku untuk menggenjot. Maka kugenjotkan pinggulku dan Anik selalu berteriak mengikuti irama genjotanku


Kalau genjotanku lambat, maka erangannya juga lambat, kalau cepat, irama erangannya juga cepat. Dicampur dengan suara derasnya alran sungai, jadi seperti lagu yang asyik. Ibunya naik ke atas batu besar dan duduk. Kakinya mengangkang dan dia menyuruhku untuk mencium Memek-nya. Sambil kontol-ku terus menghunjam, aku menciumi dan menjilati Memek-nya. Saat Clitorisnya terjilat Ibunya Anik berteriak.


Rame juga, ada suara air, suara teriakan Anik dan suara erangan ibunya. Pada akhirnya Anik memeluk dan terasa mencakar punggungku. Lalu ibunya juga mengerang panjang. Aku terus menggenjot sampai tak tahan lagi, kontol-ku menyemprot mani ke dalam Memek Anik. Lalu lemas memeluk dan menciumi Anik. Setelah terasa kontol-ku sudah loyo, aku mencabutnya dari Memek Anik.


Anik duduk dibatu, dan kulihat semakin banyak darah yang keluar dari Memek-nya. Juga air maniku keluar dari Memek-nya. Darah segar yang berasal dari jebolnya selaput darah Anik itu mengalir hingga mengenai batu, mengalir turun kesungai dan hanyut terbawa derasnya air sungai. Kusiram sisa darah dan mani di batu, lalu semua meluncur mengikuti arus sungai. Anik turun dari batu, ibunya juga. Lalu mereka berendam dan menyelam membersihkan diri dan Memek-nya.


Lalu mereka berpamitan sambil tersenyum. Kupandangi kepergian mereka. Anik berjalan dengan tertatih2 karena selangkangannya masih sakit. Lalu mereka menghilang dibalik lebatnya pohon. Aku kedarat dan mengeringkan badan lalu berpakaian. Dan segera kembali ke rumah makan mengikuti jalan setapak,


“ Dari mana saja kamu, lama banget, tadi dicari ke sungai kamu nggak ada. Kami jadi khawatir ”, kata Andi.


“ Paling-paling dia dibawa suara-suara gadis rimba penjaga sungai ”, ucap pemilik rumah makan.


Kemudian pemilik rumah makan itu bercerita bahwa kalau orang-orang sekitar sini turun ke sungai, suka mendengar suara beberapa wanita bermain air di sungai itu. Tapi tak ada yang pernah melihat mereka. Mereka menyebutnya sebagai suara gadis rimba penjaga sungai. Mendengar peryataan itu aku sempat kaget, lalu Farah bicara,


“ Iya Dho, kamu dibawa gadis rimba penunggu sungai? ”, tanya Farah


“ Nggak kok aku cuma berenang keseberang, Ngumpet karena malu takut kelihatan. Terus balik lagi. ”, Ucapku.


“ Oke. Syukur kamu sudah balik. Karena waktunya sempit kita harus segera berangkat. Kamu makan nasi bungkus di mobil saja ya. ”, kata Andi sambil menepuk punggungku.


“ Aowww… ”,


Saat itu punggungku terasa sakit ketika Andi menepuk punggungu. Aku menyingkap baju untuk melihat punggungku. Ada luka gores. Uda segera memberi obat merah. Kulihat dicermin memang ada luka gores. Ah ini luka gores cakaran Anik saat Klimaks,


“ Tadi waktu mandi kena batang pohon ”, ucapku. Farah menatapku curiga. Aku mengangkat bahu.


Setelah itu kamipun segera melanjutkan perjalanan kami untuk menuju pada tujuan kami yaitu kebun teh untuk mensurvey darmawisata dan pada aku-pun makan nasi bungkus di mobil dengan lahapnya karena lapar sekali setelah aku ML dengan gadis misterius disungai tadi. Selesai.


Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.


Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto telanjang, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.



Agen Vimax Canada