Tampilkan postingan dengan label Cerita Pesta Sex. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerita Pesta Sex. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 Januari 2017

Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai



VIMAX
http:http://pembesarpenisvimaxasli.com/

Butuh Sex Kategori : Cerita Sex Anak SMA “Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai” Cerita Sex ABG Terbaru, Cerita Sex PerawanTerbaru, Cerita Sex Bispak Terbaru, Cerita Sex Janda Terbaru, Foto Cewek Telanjang 2016, Foto ABG Hot Terbaru, Cerita Sex Terbaru 2016,


kali ini menceritakan pengalaman Sex dari seorang Siswa SMA yang bernama Ardho. Ardho yang ketika itu sedang beristiraat disebuah rumah makan di yang letaknya didekat sungai, tiba-tiba mendengar suara wanita di sungai itu. Karena penasaran dia-pun menghampiri dan terjadilah hubungan sex di sungai itu. Mau tahu kelanjutan ceritanya, Langsung aja yuk baca dan simak baik baik cerita dewasa ini.


Cerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu SungaiCerita Sex ML Dengan Gadis Penunggu Sungai


Hey para pembaca cerita sex, perkenalkan namaku Andro, disini saya akan menceritakan pengalaman sex pribadi saya yang bisa dibilang menyenangkan dan aneh. Cerita ini berawal dari liburan semester pada kenaikan kelas, seperti tahun-tahun sebelumnya jika setiap ujian semester atau ujian kenaikan kelas sekolahanku selalu mengadakan wisata.
Dalam liburan itu, kami pada siswa-siswi dapat menentukan liburan kami sesuai kesepakatan kelas kami masing-masing. Pada saat itu kebetulan siswa-siswi seelasku mendapat jatah tempat wisata yang tempatnya cukup jauh, yaitu di perkebunan teh di Kaki Gunung Kerinci. Sebelum kami mengdakan liburan itu, 1 bulan sebelumnya aku dan 4 orang perwakilan dari kelasku melakukan survey untuk menugurusi tentang peginapan dan lokasi wisata alam itu.


Saat itu pada saat akhir pekan, tepatnya hari sabtu kami ber 5-pun, meminta izin kepada kepala sekolah untuk tidak masuk sekolah perihal untuk survey lokasi. Kami berlima adalahh para pengurus kelas, Andi sebagai ketua kelas, Risma sebagai wakil ketua, Farah sebagai bendahara, Alhi sebagai seksi acara dan aku sendiri sebagai seksi perlengkapan. Saat itu kami semua kesana menggunakan mobil jeep milik Farah bendahara kelas kami.


Kami mennggunakn mobil jeep karena memang disana rute jalanya masih kurang bagus. Menurut kami paling cocok memang harus memakai mobil jeep, karena memang disana hanya ada gunung hutan saja. Setelah beberapa waktu perjalanan di tengah perjalanan kami-pun merasa lapar, dan kami berfikiri untuk mampir di rumah makan untuk makan dan istirahat sejenak.


Saat itu terasa lumayan lelah karena kami telah melakukan perjalanan selama berjam-jam. Ditambah lagi kami berada di mobil jeep jenis katana yang kabin mobilnya terasa sempit ketika kami tumpangi berlima, dan juga itung-itung kami juga memberi istirahat pada mobil Farah. Kini kami-pun sudah masuk di rumah makan, Andi, Aldhi dan aku memilih untuk rebahan di sebuah dipan kayu untuk meluruskan kaki.


Sedangkan Risma dan Farah langsung bergegas kemeja makan. Ketika aku sedang rebahan, aku-pun mendengar suara air mengalir di dekat rumah makan itu. Kata pemilik rumah makan memang di bawah rumah makan itu ada sungai yang katanya airnya jernih sekali. Mendengar ucapan pemilik rumah makan itu, aku-pun penasaran dan segera menelusuri jalan setapak hingga sapailah aku di tepi sungai itu.


Sesampainya disungai, ternyata benar air disungai itu sangat jernih dan terlihat segar sekali. Kebetulan sekali di siang itu cuaca terasa panas dan mempunyai inisiatif untuk mandi di sungai itu agar terasa segar dan rasa capeku bisa hilang. Kemudian aku-pun bergegas menyusuri tepi sungai dan mencari yang agak jauh yang terlindung dari pandangan orang lain untuk mandi di sungai.


Setelah menekukan tempat yang aman aku-pun segera melepas pakaianku dan aku mulai mandi di sungai itu. Benar-benar segar rasanya para pembaca. Aku-pun mulai menyelam dan berenang di tepi sungai itu. Saat melihat ke tepi, aku tak melihat pakaianku ditepi sungai. Ternyata aku terbawa arus sungai dan makin menjauh. Sesaat itu tiba-tiba aku mendenagr ada suara orang yang sedang mandi disungai itu.


Ketika aku meleihat ternyata ada orang lain yang mandi selain aku. Karena penasara aku-pun menghampirinya. Setelah aku sampai tidak kusangka ada 2 wanita yang sedang mandi. Saat aku mendekat mereka kaget lalu segera menepi untuk mengambil handuk untuk menutupi tubuhnya. Saat itu aku menjelaskan kepada mereka bahwa aku adalah pengunjung rumah makan dan sedang mandi lalu terbawa arus sungai.


Ternyata mereka adalah ibu dan anaknya penduduk lokal. Mereka menganjurkan aku untuk kembali lewat tepi sungai daripada berenang lalu terbawa arus lagi. Karena mereka tidak punya kain lagi, mau tidak mau aku naik ke tepi dalam keadaan telanjang. Tepi sungai tidak bisa dilalui, harus agak naik ke darat berliku-liku. Ibunya Anik mau mengantarkan aku dan minta anaknya menunggu.


Aku berjalan dibelakang ibu sambil menutupi kontol-ku, takut kena duri pohon. Tidak ada jalan setapak, dan jalannya naik turun. Disalah satu jalan turun aku terpeleset dan menimpa ibu yang ada didepanku. Kami bertindihan, kain ibu tersingkap dan kontol-ku menempel disekitar Memek-nya. Aku dan Ibunya Anik lalu berdiri. Tiba-tiba Ibunya Anik mencopot kainnya sehingga telanjang. Aku tidak mengerti maksudnya,


“ Menurut adat, kalau perempuan dan laki sudah saling melihat kontol dan memek, maka mereka harus kawin ”, ucapnya.


“ Aku sudah lihat kontol kamu dan kamu sudah lihat memekku, Jadi aku dan kamu sekarang harus kawin ”, ucapnya.


Kemudian dia menggelar kain dan merebahkan diri di atasnya. Lalu tangannya melambai memanggilku untuk mengawini dia. Aku tidak mengerti, tapi aku juga tidak kenal daerah ini. Disekelilingku hanya terlihat pohon-pohon besar. Kalau jalan sendiri, pasti aku tersesat. Memang terdengar suara air sungai, tapi suaranya dari segala penjuru. Aku benar-benar tak tahu arah. Jadi kuikuti maunya.


Untuk bisa kawin aku harus terangsang. Maka kuperhatikan tubuh telanjangnya. Kulitnya gelap agak kotor. Susunya sudah agakmenggantung, mungkin karena usianya yang dugaanku hampir 40 tahun. Bulu jembutnya lebat keriting, bibir Memek-nya tipis berwarna hitam. Tapi bagian dalam Memek-nya berwarna merah menyala. Clitorisnya besar dan terlihat keluar dari bibir Memek.


Melihat itu semua aku mulai terangsang dan kontol-ku ngaceng. Dia senang melihat aku mulai ngaceng dan memanggil lagi. Aku menghampiri dan hendak mencium bibirnya. Dia melarang, jangan cium bibir ucapnya. Akhirnya aku mencium susunya. Putingnya besar juga hampir sama dengan warna kulitnya. Lalu aku ke bawah untuk mencium Memek-nya.
Tetapi dilarang juga olehnya, padahal aku ingin mencium Clitoris yang besar itu.


Akhirnya hanya tanganku yang memegang dan membelai-belai Clitorisnya yang besar. Sekarang kontol-ku sudah ngaceng penuh, tanpa membuang-buang waktu segera aku arahkan ke Memek-nya, dan,


“ Zlebbbbbbb… ”, kontol-ku masuk perlahan.


Kutahan kontol-ku didalam, tapi dia menyuruhku untuk menggoyangkan dengan cepat. Aku ikuti perintahnya dan kugenjot dengan cepat. Aku merasakan nikmat tiada tara. Kurasakan Memek-nya menjepit kuat kontol-ku. Terus kugenjot dan dia mengerang keras,


“ Aow… Sssshhh… Aghhhhhhhhh… ”, desahnya.


Aku masih menggenjot, tapi dia menahan dan segera mengeluarkan kontol-ku dari Memek-nya. Lalu berdiri, memakai kain lagi menutupi Payudara dan Memek-nya, dan akhirnya mengajakku jalan lagi,


“ Ayo Pik, jalan ”, ucapnya.


“ Aku bukan Pik ”, ucapku.


“ Itu panggilan untuk putriku, Anik. Dia melihat kita dari balik semak ”, ucapnya.


Dan betul, Anik keluar dari persembunyiannya dan ikut berjalan. Karena kontol-ku masih ngaceng aku tidak bisa menutupi. Dan Anik melihat terus ke kontol-ku. Ibunya melihat perilaku Anik. Ternyata tidak sampai seratus langkah sudah sampai ditepi sungai. Dan kulihat pakaianku tidak jauh dari situ. Karena badanku gatal tergesek-gesek daun dan batang pohon, aku segera menceburkan diri di pinggir sungai, tidak berani ketengah lagi takut terbawa arus.


Anik masih terus berusaha melihat kontol-ku dan ibunya melihat tingkah Anik. Ibunya Upi menghampiriku dan bertanya,


“ Kamu sudah pernah lihat memek Anik? ”, Ucapnya Ibu Anik.


Pertanyaan ini tentu dikaitkan lagi dengan adat. Kalau pernah melihat berarti aku harus kawin dengan Anik. Aku melihat Anik, dia tersenyum. Cantik juga walau kulitnya hitam. Kuperkirakan umurnya 15 tahun. Walau tertutup kain, tapi posturnya langsing dan exotis. Kulihat kontol-ku masih agak tegang. Munculah niatku untuk memenuhi kebutuhan biologis si kontol,


“ Tadi memek Anik terlihat waktu dia naik ke tepi mau pakai kain. Bulu jembutnya masih sedikit ”, aku menebak untung-untungan.


Ibunya Anik tersenyum lalu memanggil Anik. Ibunya Anik membisiki Anik, lalu Anik mencopot kainnya hingga telanjang. Betul dugaanku, susunya padat mendongak , Memek-nya terlihat tebal dengan bulu jembut yang masih halaus. Anik menghampiriku di dalam sungai. Dia memelukku sebentar lalu meraih kontol-ku dan di elus-elus. Aku membalas dengan meraba-raba dan meremas-remas susunya. Tanganku juga mencoba menyentuh Memek-nya yang ada di dalam air sungai.


Merasakan tebalnya bibir Memek. Terasa juga Clitoris yang besar, sama seperti ibunya. Dia merangkulkan tangannya ke leherku. Kucium bibirnya dan dia tidak melarang. Kulihat ibunya juga tidak melarang. Aneh. Lalu aku menyelipkan kontol keselangkangannya dan menggesek-gesekkan ke Memek-nya. Melihat ini, ibunya memanggil-manggil Anik, dia menunjukk ke batu besar di sungai.


Anik mengikuti perintah ibunya menuju batu besar sambil menggandengku lalu terlentang di batu besar itu. Wow… benar-benar pemandangan alam yang indah. Kulihat jelas , dibalik pahanya yang merapat, ada Memek dengan bibir tebal yang mulai merekah karena terangsang. Aku membuka kakinya yang rapat sehingga Memek indah itu jadi terlihat dengan jelas. Clitoris yang besar itu menyembul keluar tengah bibir kewanitaanya.


Kuhampiri Memek itu, kucium. Aku melihat ke ibunya, dia diam tidak melarang. Maka kulanjutkan dengan menjilati bibir Memek, liang senaggama, lalu Clitorisnya yang besar itu,


“ Oughhh… Sssss… Aghhh… ”, desah Anik diiringi dengan tubuhnya yang mengejang.


Saat itu senang juga mendengar suara teriakannya, maka kuteruskan menjilati Clitoris itu,


“ Oughhh… Eummm… Aghhhh… ”, desah nikmatnya lagi.


Saat itu aku melihat ibunya memegang Memek-nya sendiri, Lalu Ibunya Anik menyuruh aku segera mengawini anaknya. Aku berdiri dan mengarahkan kontol-ku ke Memek Anik yang yang sudah dengan posisi rebahan, dengan perlahan kontol-kupun kutanamkan didalam Memek Anik,


“ Ssshhh… Zlebbbb… ”, Anik berteriak saat kepala kontol-ku mulai masuk kedalam Memek-nya.


Kutekan lagi, Anik berteriak lebih kencang. Kutekan lagi dan teriakannya semakin kencang. Kutekan lagi sampai kurasakan ujung kontol-ku membentur dinding dalam Memek-nya. Anik berteriak. Dia mengigit bibir dan terlihat matanya berlinang. Ibunya Anik membuka kain penutup tubuhnya lalu turun kesungai dan menghampiri. Dia memperhatikan kontol-ku yang sudah berada didalam Memek putrinya.


Dia tersenyum lalu mencium kening putrinya. Aku juga melihat kearah kontol-ku yang masuk didalam Memek Anik. Terlihat ada darah mengalir keluar dari Memek-nya. Darah perawan. Sudah kuduga bahwa Anik masih perawan sehingga tadi aku hati-hati memasukkan kontol-ku. Ibunya menyuruhku untuk menggenjot. Maka kugenjotkan pinggulku dan Anik selalu berteriak mengikuti irama genjotanku


Kalau genjotanku lambat, maka erangannya juga lambat, kalau cepat, irama erangannya juga cepat. Dicampur dengan suara derasnya alran sungai, jadi seperti lagu yang asyik. Ibunya naik ke atas batu besar dan duduk. Kakinya mengangkang dan dia menyuruhku untuk mencium Memek-nya. Sambil kontol-ku terus menghunjam, aku menciumi dan menjilati Memek-nya. Saat Clitorisnya terjilat Ibunya Anik berteriak.


Rame juga, ada suara air, suara teriakan Anik dan suara erangan ibunya. Pada akhirnya Anik memeluk dan terasa mencakar punggungku. Lalu ibunya juga mengerang panjang. Aku terus menggenjot sampai tak tahan lagi, kontol-ku menyemprot mani ke dalam Memek Anik. Lalu lemas memeluk dan menciumi Anik. Setelah terasa kontol-ku sudah loyo, aku mencabutnya dari Memek Anik.


Anik duduk dibatu, dan kulihat semakin banyak darah yang keluar dari Memek-nya. Juga air maniku keluar dari Memek-nya. Darah segar yang berasal dari jebolnya selaput darah Anik itu mengalir hingga mengenai batu, mengalir turun kesungai dan hanyut terbawa derasnya air sungai. Kusiram sisa darah dan mani di batu, lalu semua meluncur mengikuti arus sungai. Anik turun dari batu, ibunya juga. Lalu mereka berendam dan menyelam membersihkan diri dan Memek-nya.


Lalu mereka berpamitan sambil tersenyum. Kupandangi kepergian mereka. Anik berjalan dengan tertatih2 karena selangkangannya masih sakit. Lalu mereka menghilang dibalik lebatnya pohon. Aku kedarat dan mengeringkan badan lalu berpakaian. Dan segera kembali ke rumah makan mengikuti jalan setapak,


“ Dari mana saja kamu, lama banget, tadi dicari ke sungai kamu nggak ada. Kami jadi khawatir ”, kata Andi.


“ Paling-paling dia dibawa suara-suara gadis rimba penjaga sungai ”, ucap pemilik rumah makan.


Kemudian pemilik rumah makan itu bercerita bahwa kalau orang-orang sekitar sini turun ke sungai, suka mendengar suara beberapa wanita bermain air di sungai itu. Tapi tak ada yang pernah melihat mereka. Mereka menyebutnya sebagai suara gadis rimba penjaga sungai. Mendengar peryataan itu aku sempat kaget, lalu Farah bicara,


“ Iya Dho, kamu dibawa gadis rimba penunggu sungai? ”, tanya Farah


“ Nggak kok aku cuma berenang keseberang, Ngumpet karena malu takut kelihatan. Terus balik lagi. ”, Ucapku.


“ Oke. Syukur kamu sudah balik. Karena waktunya sempit kita harus segera berangkat. Kamu makan nasi bungkus di mobil saja ya. ”, kata Andi sambil menepuk punggungku.


“ Aowww… ”,


Saat itu punggungku terasa sakit ketika Andi menepuk punggungu. Aku menyingkap baju untuk melihat punggungku. Ada luka gores. Uda segera memberi obat merah. Kulihat dicermin memang ada luka gores. Ah ini luka gores cakaran Anik saat Klimaks,


“ Tadi waktu mandi kena batang pohon ”, ucapku. Farah menatapku curiga. Aku mengangkat bahu.


Setelah itu kamipun segera melanjutkan perjalanan kami untuk menuju pada tujuan kami yaitu kebun teh untuk mensurvey darmawisata dan pada aku-pun makan nasi bungkus di mobil dengan lahapnya karena lapar sekali setelah aku ML dengan gadis misterius disungai tadi. Selesai.


Bagaimana para Pembaca Serukan para maniak seks, jangan lupa ya!!! Selalu ikuti cerita-cerita dewasa di web www.butuhsex.com.


Cerita Sex Model 2016, Cerita Sex Sedarah 2016, Cerita Sex Jilbab Terbaru, Cerita sex tante girang 2016, Cerita Dewasa Sex Threesome Terbaru, Cerita Dewasa Sex Perawan 2016, Cerita Dewasa Sex Pegawai Salon 2016, Cerita Dewasa Sex Sekretaris Terupdate 2016, Sekretaris, Cerita Sex Mahasiswa terbaru 2016, Cerita Sex Mahasiswi terbaru 2016, Cerita Sex Perselingkuhan 2016, Cerita Sex SMA 2016, Cerita Mesum, Cerita Ngentot, Cerita Skandal Sex, Abg, Gangbang, Spg, Pramugari, Janda, Wanita kesepian, Tante kesepian, foto telanjang, foto hot, Anak SMP, Anak Kuliah, Cerita sex terbaru terbaru 2016, cerita hot terbaru 2016 dan banyak lagi Cerita Sex Terbaru 2016 lainya.



Agen Vimax Canada


Jumat, 06 Mei 2016

CERITA SEX "BERTUKAR PASANGAN"


Penat rasanya mengerjakan tugas yang begitu seabrek yang diberikan oleh para dosen di kampusku. Akhirnya liburan semester pun telah tiba. Tapi apa yang harus aku lakukan gerutuku. Main ke mall sudah biasa, apalagi di kotaku tak ada tempat wisata yang begitu menarik untuk dikunjungi.

Ketika aku melamun memikirkan soal liburan, pacarku menelepon.
“Hallo sayang, yang si yuli ngajak liburan, katanya sih ke pantai Pangandaran, ikut yu”

aku yang saat itu sedang memang ingin liburan tanpa pikrr panjang mengiyakan ajakan teman pacarku ini. Oh ya pacarku ini bernama Mia. Mia mempunyai tubuh yang sintal agak gemuk. Ukuran dada yang gede apalagi kalau dia menggunakan kaos yang ketat.

Uhhh itu dadanya membuat semua pria ingin menjamahnya. Pacaranku dengan mia bisa dikatakan normal. Ciuman, pegangan tangan dan yang paling jauh paling blow job. Singkat cerita tibalah hari H keberangkatan. Kami berkumpul di depan kampus.

Yang datang duluan yaitu Yuli dan adiknya Yuni beserta pacar-pacarmya. Oh iya, Yuli dan Yuni ini adalah saudara kembar identik. Mereka sangat mirip sekali hingga akupun tidak bisa membedakan kedua orang ini. Kami pun datang terakhir.

“hai mi” sapa mereka
“hai, udah siap berangkat?” tanyaku

Kami pun berangkat ke pantai Pangandaran. Selama diperjalanan kami ngobrol segala hal. Mulai dari acara TV, olahraga, masalah kuliah dan yang paling tabu yaitu masalah sex.

“Eh kita nanti disana kamarnya sepasang- sepasang aja ya” kata Geri pacar Yuni.
“eeuummmmhhh boleh juga tuh” celetuk Mia sambil melirik kepadaku.

Aku hanya tersenyum kecil.

“Dan, emang lu gak keberatan kalau kita sepasang sekamar?” Epul nyeletuk.
“ ya gak lah kita kan cuma sekamar, cuma tidur aja pake ribet” jawabku dengan di iringi tawa oleh semua orang yang ada di mobil.

Ditengah perjalanan Yuli nampaknya mabok. Akhirnya kita putuskan untuk beristirahat dulu. Kita berhenti di rest area yang ada di Banjar. Para cewe ke kamar kecil mengantar Yuli. Ketika mereka ke toilet, Geri membisikan sesuatu yang membuatku terkejut.

“Dan tadi gue sama Epul udah setuju untuk tuker pasangan disana, gimana lu mau ikutan gak?”. Gue kaget dan hanya tersenyum kecil.
“kita liat aja nanti” jawabku.

Perjalanan pun kami lanjutkan kembali dengan keadaan Yuli yang sudah membaik. Selama sisa perjalanan aku jadi membayangkan tubuh ketiga cewe ini, untuk mia mungkin aku sudah pernah liat meskipun cuma sekilas waktu di rumahnya. Tapi untuk Yuli dan Yuni aku begitu penasaran. Tapi untuk ukuran susu mereka akau taksir hanya dibawah ukuran susu pacarku Mia. Mungkin hanya 34B. Tapi mereka mempunya wajah yang cukup cantik mengalahkan wajah pacarku.

Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 6 jam dari Bandung ke Pangandaran kamipun sampai di Pantai Pangandaran. Kami tidak langsung menuju penginapan tapi kami ke berhenti dulu di pantai Timur pangandaran.

Kami pun berfoto disana. Kulihat Geri ataupun Epul tak henti-hentinya melirik kearah susu mia. Kami pun melanjutkan perjalanan ke penginapan yang sudah Epul sewa sebelumnya. Kami pun sampai di penginapan. Penginapan kami ini berbentuk rumah dengan 3 kamar di dalamnya. “ Kak Dani tolong bawain tasku dong” pinta Yuni. “Yaelah ada pacar lu masih aja nyuruh pacar gue” singgah mia.

Yuni pun hanya tersenyum sambil melirik ke arahku. Kami pun masuk ke kamar masing-masing. Aku dan mia, Geri dan Yuli serta Epul dan Yuni.Ketika kami mau masuk ke kamar masing-masing, Epul berteriak “Have fun all…..” disertai tawa dari kami.

Kami pun masuk ke kamar masing-masing dan mengunci kamar nya. Aku langsung merebahkan diri ke tempat tidur karena badanku sangat capek setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang. Dan mia langsung ke kamar mandi. Ketika dia keluar kamar mandi aku terkejut sekaligus terpukau. Mia hanya menggunakan tengtop tanpa BH dan hanya menggunakan handuk dibawahnya.

“Hayooo ngelamunin apa sayang” dia mengagetkanku.
“Kamu terangsang pengin ngewe ya liat aku kaya gini hehehe” dia tertawa kecil.
“Ah biasa aja” tembalku. Lalu dia mencari tisu di tasnya dan ternyata tisu itu tertinggal di tasnya Yuni.
“ Yang tolong ambilin tisuku dong di Yuni” pintanya.

Akupun pergi ke kamar Yuni. Dan ketika kau pergi ke kamar Yuni, aku melewati kamar yang ditempati oleh Yuli dan Geri. Gilaa, aku mendengar suara desahan dari kamar mereka. Dan yang lebih kaget ketika aku sampe dikamar Yuni dan mengetuk pintu kamar, ternyata Yuni baru selesai mandi dan hanya memakai handuk yang dililit ke tubuhnya. Luihat tubuhnya begitu putih mulus dan susunya ternyata cukup besar,mungkin karena pake anduk kali ya.

“Eh kak Dani, ada apa kak?” dia menyapa.
“ Ini Yun, kata Mia tisunya tertinggal di tasnya Yuni”,
“oh iya kak sebentar saya ambilkan”, ketika dia megambil tisu di tasnya dia berjongkok, kuliat samar- samar mekinya.

Wow mekinya bersih tidak ada bulunya.

“Epul mana Yun, kok gak ada?”.
“Oh dia lagi keluar buat beli rokok” jawabnya.

Akupun kembali ke kamarl, dan ketika aku sampai dikamarku kulihat Mia sedang ganti baju, akupun menyergapnya dari belakang dan langsung memegang susunya yang montok.

“uuuhhhhhh” lenguhnya, diapun berbalik dan langsung mencium bibirku.

Kami berciuman agak lama hingga akhirnya Yuli membuka kamarku dan mengagetkan kami yang sedang asyik berciuman sambil gerepe susu mia.

“ Mi, gue pinjem…..”. belum sempat dia melanjutkan omongannya dia terkejut “ uppss sory sory gue gak tau kalian lagi ciuman hehehe” dan diapun pergi ke luar sambil menutup pintu kamar kami.

Aku dan mia hanya tertawa. Akupun mandi dan setelah mandi kami pun langsung pergi jalan-jalan ke pantai barat Pangandaran. Ketika para cewe melihat-lihat baju, Epul dan Geri menghampiriku dan berkata lagi.

“ gimana Dan, mau gak nanti malam kita tukar pasangan?”,
“Oke, tapi mia masih perawan, gimana dengan Yuni dan Yuli? Aku gak mau kalau aku dapet yang gak perawan” kataku.

”Tenang aja, Yuni masih perawan belum gue apa-apain kok” singgah Epul.
“Kalau si Yuli pasti udah gak perwan ya, soanya gue tadi denger desahaan dikamar kalian berdua” tanyaku pada Geri. “Yaelah bro, geue tadi hanya BJ aja sama dia saling memuaskan kok, gak lebih” jawab Geri.

“Lagipula kita nanti malam main sama pasangan masing-masing dulu lalu kita tukar pasangan, so perawan pacar masing-masing hanya kita yang nikmati,gimana?” singgah Epul.
” Tapi mereka yakin mau gak? “ tanyaku apada mereka.

“Yuni sih awalnya ragu, tapi akhirnya setelah gue bujuk dia akhirnya mau, sekalian rasain gimana sex sama orang lain katanya” kata Epul.
“Kalau Yuli jangan ditanya, rencana awal liburan kesini tuh emang dia mau ngelepas perawannya buat gue” kata Geri.

Akhirnya kita pun sepakat bahwa nanti malam akan pesta seks dengan bertukar pasangan. Singkat cerita kami sudah pulang ke penginapan. Aku ajak mia untuk ngobrol tenteng pesta tukar pasangan tersebut.

“Gila kamu ya. Masa kamu rela pacarmu diperawanin sama orang lain? Gak mau ah, aku mau melepas keperawananku hanya oleh kamu”,

“Bukan diperawani sayang. Yang mau merawani kamu ya aku, nanti udah kita selesai ngewe nya, kamu pindah ke Epul atau ke Geri dan Yuli atau Yuni pindah ke kamarku lalu ngewe denganku,gimana? Kan kata kamu, kamu ingin liat penis orang selain punyaku, yak kan??””

“Lalu Yuni dan Yuli gimana?” tanyanya
“ya kamu telepon aja mereka, mau atau nolak sama rencana ini?” jawabku

Lalu dia menelepon Yuli dan Yuni dan ternyata mereka menerimanya asalkan perawannnya buat pacar masing-masing.

“Yaudah deh aku ngalah” kata mia. Lalu dia menciumku dan mendorongku ke atas tempat tidur.

Aku berbaring di atas tempat tidur dan Mia membuka kancing kemejanya satu persatu sambil tatapan matanya yang liar dan penuh nafsu. Dia melemparkan kemejanya lalu dia membuka BH pink nya sambil dia menggodaku. Aku yang sudah konek banget membanting tubuhnya ke tempat tidur dan menyusu. Susu kanan dan kirinya aku jilati

“uh aahh sayang enak banget, buka celanaku sayang uhh”, aku buka celana jeans nya dan kutarik CD nya yang berwarna hitam.

Kulihat memeknya yang sedikit berbulu dan merah merekah.

“Uhh yang memekmu sangat indah”. Aku angkat tangannya dan kujilat keteknya samapi benar-benar basah.

Lalu aku turun ke susunya yang gede.

“sayang enak banget, pegang memek ku sayang”. Aku pegang memeknya dan ternyata memeknya sudah sangat basah sekali.

Aku turun dan ku jilati memeknya sampai dia kelonjotan.
Ketika aku sedang asyik menjilat memek mia, samar-samar ku dengar orang berteriak
“aaahhhhh”. Ya itu suara Geri yang kamarnya ada disebelah kamarku.

Aku langsung membuka selangkangan mia dan ku arahkan ke memek mia. Aku liat Mia dia tersenyum sambil menganggukan kepalanya tanda setuju untuk melepaskan keperawanan nya.

“Pelan-pelan sayang”. Aku masukan kontolku pelan dan dia menringis kesakitan.
“Tahan memekmu sayang, nanti juga akan terasa enak”. Aku rasakan ada sesuatu yang menghalangi, itu selaput dara memek Mia.

Aku sodok sekuat tenaga dan

“aakkkhhh sayang sakit”. Mia meneteskan air mata, lalu aku kecup dan ku teruskan memaju mundurkan pingangku.

Lama kelamaan dia mendesah
“aahhh aaahhh uuuhhh aaahhh, enak sayang, kontolmu enak, terus sayang”,
“iya sayang memekmua juga enak” kataku.
15 Menit kemudian ke dengar dia mendesah agak keras
“ ahhh sayang teruuuuusssss sayang ewe aku terruuuus”, dia mengeluarkan kata-kata jorok.
“aaahhhh sayang aku keluaaarrr aahhhh” dia organsme.

Dia memejamkan matanya dengan nafas yang tidak teratur. Lelehan air maninya disertai darah perawan mengucur ke sprei ketika aku cabut kontolku dari memeknya.

“Gimana, enak sayang” candaku.
“Oh enn naak sayang”. Lalu kujilati memeknya yang penuh dengan air kenikmatan itu.

Ku angkat dia dan ku tunggingkan dia, aku mau doggy style.
“ Ayo sayang masukan lagi kontolmu, biarkan memeku memberi kepuasan” kata mia sambil nungging. Lalu aku masukan kontolku.

“AAhhhh sayangg ini jauh lebih enak dari yang tadi” kata mia. Lalu ku genjot kontolku ke memeknya Mia,” aaahhh aaahhh sayang kesinikan tanganmu” dia membawa tanganku dan menempelkannya di susunya yang gede.

“sayanmg enak, enak sekali sayang uh teruuss ewe aku teruuus.” Sekitar 20 menit aku merasakan aku akan keluar.
“Ahh sayang aku mau keluar, kelurain dimna yang”.
“Di dalam aja sayang muncratin di dalam saja, aku juga mau keluar”.
“Ahhaahhhhh sayanggggg”. Crot crot crot crot maniku keluar di dalam memeknya mia.

Kami pun rubuh dengan nafas yang sangat berat.

10 Menit kemudian Geri mengetuk pintu kamarku, sambil bugil aku buka pintu kamarku, dan ternyata diapun bugil. Oh my God ternyata diruang Tv, Epul lagi menjilati memek Yuli pacar Geri.

“ Bro lu sma Yuni duli ya, gue sama mia, mana mianya?”. Mia pun keluar dari kamar sambil bugil dan menghampiri Geri.

Geri langsung memeluk Mia dan sasaran pertamanya yaitu susu mia yang gede.Aku lalu menghampiri Yuni yang sudah menungguku di kamarnya. Yuni sedang diam sabil matanya sayu menatapku.

“mau ngewe sekarang sayang?” tanyanya.

Aku tidak menjawabnya dan ku angkat tubuh polosnya ke ruang TV. Aku baringkan dia di sopa dan ku perhatikan tubuhnya dai mulai rambut sampai kakinya. “aku sepong ya yang” uuuhhh dia menyergap kontolku dan memasukannya kemulutnya yang mungil.

“uuhhhh enah yun”. Tanggankua tak tinggal diam.

Aku mainkan susunya dan turun kearah memeknya. Ku berhentikan sepongannyan dan dia ku dudukan, aku regangkan kedua pahanya.

“ Ahhhhh enak pul terus genjot memek ku” teriak Yuli. Kulihat yuli sedang digenjot oleh epul sambil berdiri dan dipangku.
“Sayang cepet jilat memeku” kata Yuni.

Lalu aku jilat memeknya. Kulihat air maninya dan darah yang masih segar hasil dari tadi dia ngewe sama Epul.

“ooohhhh terus jilat sayang terusss” kepalaku di remas oleh Yuni. Aku tak tahan lagi. Kuarahkan kontolku ke arah memek Yuni.

“Wow kontolmu lebih gede dari kontol Epul, Dan”. Aku masukan kontolku ke memeknya Yuni dan ku genjot.

Sempit sekali rasanya memek Yuni, padahal dia sudah tidak perawan.

“ooohhh oooh ohhh enak Dan kontolmu beda sama kontol Epul, oh terus sayang enak”. Ketika ku genjot Yuni, kulihat Mia sedang menyepong kontol Geri sambil melirik ke arahku dan mengedipkan mata.

Aku yang sedang ngewe sama Yuni tambah semangat karenanya.
“Oohh aaahh enak memekmu sayang”. Aku ganti posisi ngewe ku.

Ku baringkan dia dan aku tidur disebalahnya. Ku angkat kaki kanan nya dan ku lilitkan ke kaki kananku. Dengan posisi ini aku bebas menggenjot memek Yuni sambil bisa menikmati susunya.

“sayang kamu perkasa banget, enaaakk teruss sayang” kata Yuni. Lalu aku jilati ketek Yuni dan tanganku memainkan payudaranya dengan kontolku menggenjot memeknya. 15 Menit kemudian kami meras akan keluar

“Yunnnn aku mau keluar aahh sayang”.
“Ia yang kita barengan, aku juga mau keluar aahhhh”,
“ aaahhhh ooohhhhh aaaaaahhhhhhhhh enaaaakkk”. Aku cabut kontolku dari memek Yuni dan ari mani kami meleleh.
“Oh terusss sayang benamkan kontolmu di memek ku” kata mia.

Kulihat mia sedang doggy stle dengan Geri.

“A hh sayang mememkmu mantep banget” kata Geri. Kulihat tangan Geri memainkan susu mia dengan kerasnya. Sejurus kemudian mereka berteriak bersamaan dan terjatuh ke lantai. Ku lihat ukuran kontol Geri hamper sama dengan ukuran kontolku.

Ketika aku sedang menikmati organsmeku dengan Yuni, aku terkejut kontolku ada yang nyepong. Ya, itu adalah Yuli pacar geri yang tadi ngewe sama Epul. Ternyata epul juga sudah bangkit nafsunya dan menghampiri mia yang masih terengap-engap. Dia menelentangkan mia dan langsung mengenyot susu mia.

“Nanti dulu Pul, aku masih cape” kata Mia.
“Kamu istirahat dulu aja, aku mau nenen susumu, udah lama aku pengen nenen susumu” kata Epul.

Nafsuku jadi naik lagi, ku baringkan Yuli dan ku tindih sambil ku cium bibirnya. Aku lihat Geri sedang menjilati liat dubur Yuni.

“Gerrrriii enak sayang terus jilat duburku”. Kontolku sudah ngaceng banget.
“Dan, jilat susuku jangan di anggurin begini” kata Yuli sambil memegang susunya dan mengarahkan kearah mulutku.

Lalu aku nyusu di susunya Yuli.
“Ohhh enak dan teruss sedot susuku”. Tanganku dia bawa dan di arahkan ke memeknya.
Aku kobek-kobek memeknya dan dia tambah meracau.
“ya ya terus Dan enak bangett oohhh”. Aku berbaring dan Yuli mengerti maksudku yang ingin 69.

Kontolku berada di mulutnya dan memeknya berada di mulutku. Memeknya sudah sangat merah mungkin karena sudah 2 kontol yang masuk ke memeknya. Kulihat Epul dan Mia sedang ngewe dengan posisi women on top. Mata mia merem melek sambil tubuhnya kaya joki yang mengendarai kuda.

“aahhhh aaahhh uuhhh enak” lenguh mia. Kulihat Geri sedang berusaha memasukan kontolnya ke dubur Yuni.

Mia yang menghadap kearahku mengcungkan jempol kanan nya. Mungkin maksudnya enak. Kusudahi 69 ku dengan Yuli. Kontolku ku arahkan ke memek Yuli.

“Sayang, aku ingin nyoba kaya mia. Aku di atas ya” kata Yuli. Aku telentang dan yuli mengangkangiku dan memegang kontolku, dan Bleesssss

“aaaaaahhhhh” lenguh kami berdua. Yuli bergelonjotan prĂ©cis kaya Mia tadi dengan Epul.
“Ohhh sayang memekmu enak bangettt ooh” racauku.

Yuli seperti kesetanan menggenjot tubuhnya ke atas ke bawah. Ku angkat tubuhku dank u kenyot susu Yuli serta ku tinggalkan noda cupang di susunya. 20 menit kemudian Yuli organsme

“ooohhh syaaaangggg” dia menggigit bahuku.

Lalu dia ambruk ke bawah. Kulihat Geri dan Yuni serta Epul dan Mia pun sudah organsme, tinggal aku yang belum. Ku hampiri mia.

“Sayang kamu kuat banget,belum keluar ya? Sini aku sepongin”. Mia menyepong kontolku, lalu Yuni menghampiri dan menjilat putting dadaku.
“enak gak kak Dani?” kata Yuni
“Enak bangeettt” jawabku.
“Gila lu Bro, kuat banget lu” singgah Geri.

10 menit Kemudian kurasakan air maniku akan keluar

“aahhhh aku mau keluar” tak disangka Yuli lalu menghampiriku dan menungging.
“Sini masukin ke memek ku, kan kak Dani tadi belum keluar di memek ku” aku lalu menancapkan kontolku ke memek Yuli dan tak lama kemudian aku keluar.

Kami ber enam tidur sambil bugil. Pagi paginya kami bangun dan kulihat Yuni dan Epul sedang ngewe lagi. Kubawa Yuli ke kamar.

“ Ah kak Dani masih mau ngewe aku ya”.
“Iya, soalnya semalam aku belum puas ngewe kamu”. Setengah jam kemudian kami selesai ngewe dan kulihat Yuli tertidur pulas.

Aku pergi ke kamarku dan ternyata Geri sedang ngewe Mia di WC kamarku. Dan aku akhirnya tertidur di sopa. Jam 12 aku ke kamar dan mia kulihat sedang tidur dengan Geri. Ada perasaan marah tapi harus kutahan karena kita sama-sama enak. Geri bangun ketika aku selesai mandi. “Gimna bro semalam Yuli? Enak kan?” “Iya dia emang enak, gimana Mia?”

“Manteeppp brooo””
“Haloo semuaa,badanku serasa digiling setrum, aku mandi dulu ya” dia pun mandi.